Epidemiologi Ungkap Risiko Serius Covid-19 terhadap Kesehatan Otak : Okezone health

Berita25 Dilihat

COVID-19 menjadi sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2 yang sempat menghebohkan dunia. Meski sudah menjadi endemi, ternyata semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa virus tersebut berdampak pada kesehatan otak.

Seorang dokter dan ahli epidemiologi klinis di Sistem Perawatan Kesehatan VA Saint Louis di Amerika Serikat, Ziyad Al-Aly menyoroti apa yang dia temukan sebagai ‘tanda tak terhapuskan’ yang ditinggalkan Covid-19 pada otak dan fungsinya.

Dia telah mempelajari long Covid-19 sejak laporan awal penyakit ini dan bahkan sebelum istilah tersebut diciptakan oleh komunitas medis. Dia menjelaskan bahwa orang yang mengidap Covid-19 berada pada peningkatan risiko penurunan kognitif termasuk masalah memori.

“Sebuah penelitian terhadap orang-orang dengan bentuk virus ringan hingga sedang menunjukkan peradangan otak yang signifikan dan berkepanjangan serta perubahan yang sepadan dengan tujuh tahun penuaan otak,” ujar Ziyad Al-Aly, dikutip dari People, Selasa (26/3/2024)

Bahkan menurut pengamatannya, terjadi penyusutan volume otak dan perubahan struktur otak setelah terinfeksi Covid-19. Tak cuma itu, penelitian lain pun menunjukkan adanya kemungkinan penurunan kognitif dan kerusakan otak lainnya.

“Orang yang memerlukan rawat inap atau perawatan intensif di tengah infeksi Covid-19 mungkin mengalami defisit kognitif dan kerusakan otak lainnya yang setara dengan penuaan 20 tahun,” katanya.

Ziyad Al-Aly tengah mengumpulkan data dari 11 penelitian yang menunjukkan bahwa Covid-19 meningkatkan risiko timbulnya demensia baru pada orang yang berusia di atas 60 tahun.

Tak cuma itu, Ziyad Al-Aly sempat melakukan otopsi terhadap orang yang meninggal akibat Covid-19 parah. Dia menemukan terjadi kerusakan para pada otak mereka. Bahkan virus tersebut masih ada di jaringan otak meski telah meninggal, hal ini menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 bukan hanya virus pernapasan biasa.

Baca Juga  Dekat dengan Grass Root, Prabowo Diyakini Bisa Jadi Presiden RI Penerus Jokowi

“Secara keseluruhan, penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa Covid-19 menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan otak, bahkan dalam kasus-kasus ringan, dan dampaknya kini terungkap pada tingkat populasi,” tulis Al-Aly.



Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Dia pun menyatakan bahwa dampak Covid-19 pada keberlangsungan dan kualitas otak pun semakin banyak dibuktikan secara ilmiah. Maka ini menjadi pertanda bahwa Covid-19 bukan hanya berdampak pada kognitif seseorang melainkan juga pada populasi dan perekonomian negara.

“Semakin banyak penelitian yang mengkonfirmasi bahwa Covid-19 harus dianggap sebagai virus dengan dampak signifikan pada otak. Implikasinya sangat luas, mulai dari individu yang mengalami kesulitan kognitif hingga dampak potensial terhadap populasi dan perekonomian,” katanya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *