Pilpres 2024, Gerindra Pastikan Akan Teruskan Tradisi Ini

Berita261 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Fadli Zon memastikan pihaknya tak akan terburu-buru dalam mengumumkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan mereka usung pada Pilpres 2024. Dia menyatakan bahwa partainya memiliki tradisi mengumumkan pasangan capres dan cawapres pada menit akhir. 

“Kan kita tahu seperti pada waktu lalu juga di (Pilpres) 2019, (Pilpres) di 2014, selalu di kita itu tradisinya itu last minute (menit akhir). Bahkan, ada yang beberapa jam sebelumnya,” kata Fadli saat ditemui usai Sidang Umum ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Ke-44 di Jakarta, Rabu, 9 Agustus 2023.

Gerindra sebenarnya telah memastikan ketua umum mereka sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai capres. Mereka bahkan telah membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Hanya saja, kedua partai belum menentukan siapa yang akan menjadi cawapres pendamping Prabowo pada Pilpres 2024. PKB sebelumnya telah menyodorkan nama ketua umum mereka, Muhaimin Iskandar. 

Bagian dari strategi 

Fadli Zon menyatakan pengumuman pasangan calon capres-cawapres di menit akhir juga menjadi strategi yang digunakan oleh pihaknya. Dia menilai hal itu sebagai elemen kejutan.

“Ya, karena itu juga mungkin bagian dari strategi, ada yang namanya element of surprise (elemen kejutan). Kalau diumumkan dari sekarang ya tidak surprise (kejutan) lagi,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pengumuman nama cawapres tidak perlu dilakukan secara terburu-buru karena dalam penentuannya banyak aspek yang harus dipertimbangkan. Dia pun menilai kubu lain akan melakukan hal yang sama.

“Dari calon-calon yang ada itu yang sudah menentukan calonnya belum ada yang definitif, bahkan ya masih banyak yang semuanya itu wait and see sambil melihat indikator-indikator melalui survei dan sebagainya. Jadi saya kira tradisinya itu last minute,” katanya.

Baca Juga  Astra Financial Hadirkan Promo di GIIAS 2023, Apa Saja?

Bantah KIR retak

Iklan

Bagi Gerindra, kata Fadli, nama cawapres akan digodok seksama terlebih dahulu dengan PKB.  Dia menyatakan Prabowo akan berbicara dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dalam penentuan cawapres itu.

“Pasti itu akan menjadi perbincangan dan pertimbangan yang sangat penting oleh Pak Prabowo dan juga Cak Imin dan juga yang lain-lain,” kata dia.

Fadli pun menanggapi soal ancaman PKB akan mengevaluasi posisinya di KIR jika tak segera mengumumkan nama cawapres. Dia membantah bahwa hal itu menimbulkan keretakan di KIR. Menurut dia, Prabowo telah berbicara dengan Muhaimin.

“Terkait dengan isi pilpres, saya kira dari Pak Prabowo sendiri mengatakan tetap kami solid bersama-sama. Apalagi waktunya juga masih ada ruang gitu, ya. Jadi deadline untuk penentuan itu kan masih cukup panjang karena itu kan pak Prabowo bilang, ‘Gus (Muhaimin) jangan ke mana-mana’ kira-kira begitu,” ucap dia.

Dia pun menilai ancaman PKB akan keluar dari KIR sebagai hal wajar dalam dunia politik. 

“Saya kira mudah-mudahan tidak ada masalah ya, dalam politik kan biasa kalau ada pernyataan-pernyataan,” ucap dia.

KPU telah menetapkan pendaftaran pasangan capres dan cawapres untuk Pilpres 2024  pada 19 Oktober hingga 25 November 2023. Tak hanya Prabowo Subianto, capres Ganjar Pranowo maupun Anies Baswedan hingga saat ini memang belum menentukan siapa cawapres pendamping mereka. 



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *