Operator Drone Ukraina: Seperti Main Video Game

Berita285 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Empat baling-baling berdengung seperti lebah, drone hitam terbang ke udara. Mykhailo, seorang tentara Ukraina berusia 25 tahun, berdiri di bawah pohon mengamati lanskap mendesing melalui kacamatanya, mengarahkan dengan ujung jari pada remote.

“Setiap kali saya memakai kacamata dan mengambil joystick, saya berpikir tentang ibu saya yang mengatakan bahwa video game itu tidak ada gunanya bagi saya,” katanya sambil tersenyum.

“Nah, jika ini tidak berguna, lalu apa?”

Drone-drone telah memainkan peran sentral dalam perang Rusia Ukraina, dikerahkan oleh kedua belah pihak. Ada drone besar yang bisa terbang ratusan mil, ada yang melayang di atas medan perang mengambil gambar dan ada yang membawa senjata untuk dijatuhkan ke sasaran.

Tapi mungkin tidak ada senjata yang lebih khas dari perang ini selain drone “first-person view” (FPV) yang kecil dan murah, yang dirancang untuk menabrak langsung ke target di medan perang, dikemudikan oleh pilot yang terhubung ke headset realitas virtual.

Ini adalah permainan kucing dan tikus terus-menerus melawan pasukan musuh, yang mencoba mengganggu sinyal jarak jauh menggunakan sistem peperangan elektronik (EW), kata Mykhailo, yang tidak memberikan nama belakang dan menggunakan tanda panggilan militer “Joker”.

“Anda tidak dapat bekerja dari posisi yang sama berkali-kali, karena musuh bereaksi terhadapnya, menyalakan EW, membuat drone kami macet,” jelasnya di sela-sela penerbangan uji coba sejumlah drone baru yang diterima oleh unitnya di garis depan wilayah Zaporizhzhia, Ukraina selatan.

Iklan

“Kita harus terus mencari posisi baru, dari mana harus terbang, dan untuk target baru.”

Tidak seperti drone lain yang dapat dikirim dan dipantau, drone FPV tidak pernah melayang begitu saja; mereka selalu terbang cepat dan melihat ke depan. Kamera mereka bahkan tidak mengarah ke bawah.

Baca Juga  Jokowi soal Kode Arahan 'Pak Lurah', Surya Paloh: Itu Jokes Saja

“Pilot harus selalu memegang kendali penuh atas drone, kendali atas penerbangannya,” kata Mykhailo. “Drone bisa menyerang dengan kecepatan, dari ketinggian, dengan berbagai cara – setiap pilot menerbangkan drone dengan gayanya sendiri – tetapi selalu menyerang dengan kecepatan.”

REUTERS

Pilihan Editor: China Ajak Warganya Terlibat Kontra-Spionase, Bikin AS Cemas



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *