Menteri Agus Gumiwang: Target Ekspor Batik USD 100 Juta

Berita293 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan ekspor batik mencapai USD 100 juta pada 2023. Dia menyebut, industri batik berperan penting bagi perekonomian nasional.

Agus Gumiwang mengatakan sepanjang 2022, nilai ekspor batik dan produk batik menembus USD 64,56 juta atau meningkat 30,1 persen dibanding capaian pada 2021. Sementara pada periode Januari-April 2023, nilai ekspor batik dan produk batik mencapai USD 26,7 juta.

“Dan ditargetkan dapat menyentuh hingga USD 100 juta selama tahun 2023,” kata Agus melalui keterangan resminya pada Rabu, 2 Agustus 2023.

Dia melanjutkan, industri batik adalah sektor padat karya yang telah menyerap tenaga kerja hingga jutaan orang. Artinya, lanjut dia, sektor industri batik telah memberikan kehidupan dan penghasilan bagi jutaan rakyat Indonesia.

Dia optimistis, kinerja industri batik akan semakin tumbuh, terlebih usai pandemi Covid-19. Selain itu, dia menyebut sinyal positif menggeliatnya ekonomi juga diberikan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2023 mencapai 3 persen, meningkat dari proyeksi April lalu (2,8 persen).

“Sesuai yang disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo, saat ini menjadi momentum yang sangat baik bagi industri batik untuk bisa kembali bangkit, karena perekonomian sedang tumbuh,” tutur Menperin.

Iklan

Oleh karena itu, kata dia, dalam upaya pengembangan industri batik diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak, seperti asosiasi, pelaku usaha, desainer, akademisi, e-commerce hingga influencer.

Menurut Agus, batik Nusantara memiliki keunggulan dan daya saing yang tinggi karena motif, desain, dan coraknya yang inovatif dengan berbasis kearifan lokal.

Agus menyebut, saat ini terdapat empat indikasi geografis batik, yaitu Batik Tulis Nitik Yogyakarta, Batik Besurek Bengkulu, Sarung Batik Pekalongan, dan Batik Tulis Complongan Indramayu. Indikasi geografis batik adalah bentuk perlindungan terhadap kekayaan intelektual atau motif batik yang jadi ciri khas suatu daerah. 

Baca Juga  Diduga Keracunan Saat Outbond, Belasan Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Dilarikan Ke Rumah Sakit

“Kami berharap komunitas batik agar mendaftarkan produknya kepada Kemenkumham dan pada tahun ini akan ada tambahan dua indikasi geografis batik, yaitu Batik Sogan Solo dan Batik Tuban,” ujar Agus.

Pilihan Editor: Guru Besar UI Sebut Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Cocok Melalui Pantai Utara



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *