Es Krim Terbuat dari Sampah Plastik, Berani Coba? : Okezone Lifestyle

Berita48 Dilihat

ES krim pada umumnya memiliki berbagai jenis rasa manis atau segar yang menyenangkan. Misalnya rasa coklat, vanila, mint, hingga rasa aneka buah.

Namun pernahkah Anda terpikir untuk mencoba es krim dengan rasa bersalah? Ya, Anda tak salah membaca kok! Es krim dengan ‘Guilty Flavours’ ini benar-benar ada di dunia. Menariknya lagi, es krim ini justru terbuat dari sampah plastik.

Melansir CBN News, Jumat (6/10/2023) es krim ini rupanya sebuah instalasi seni karya dari seniman dan desainer, Eleanora Ortolani. Es krim ini disimpan dalam lemari es di London dan diharapkan akan memicu perdebatan sengit terkait krisis makanan dan krisis polusi plastik di masa depan.

Instalasi seni es krim unik ini dihadirkan untuk menantang cara umat manusia berpikir tentang sampah plastik dan apa yang siap atau tidak siap untuk dimakan oleh manusia.

(Foto: Instagram @ibartlondon)

“Guilty Flavours adalah apa yang saya yakini sebagai sampel pertama es krim yang terbuat dari sampah plastik,” kata Ortolani kepada Reuters di Central Saint Martins, bagian dari University of the Arts London.

“Itu berasal dari plastik yang sama seperti yang kita bisa temukan di botol, botol plastik,” imbuhnya.


Follow Berita Okezone di Google News


Untuk menciptakan es krim dengan rasa bersalah tersebut, para ilmuwan di Inggris memanfaatkan kekuatan metabolisme bakteri dan enzim.

Metabolisme tersebut kemudian bereaksi seperti ‘pabrik’ ramah lingkungan yang mencerna polietilen tereftalat (PET) dan mengubahnya menjadi vanilin, molekul yang memberi rasa pada vanila.

“Ada enzim tertentu yang melakukan reaksi kimia tertentu. Jadi jika Anda menggabungkannya, Anda dapat menghasilkan banyak produk kimia yang berbeda,” jelas Dr. Joanna Sadler, ahli bioteknologi di Universitas Edinburgh, kepada Reuters.

Baca Juga  Jenderal Purn Royke Lumowa Bersepeda dari Jakarta ke Paris untuk Dukung Tim Indonesia di Olimpiade 2024

Sebagai informasi, plastik terbuat dari serangkaian molekul yang diikat menjadi apa yang dikenal sebagai polimer.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *