5 Tuntutan Ika Unisma ke Jokowi, Singgung Netralitas Pemilu 2024 : Okezone News

Berita45 Dilihat

MALANG – Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Malang (Ika Unisma) menyampaikan kritikan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), karena tidak menjalankan demokrasi sepenuhnya. Kritikan itu disampaikan seusai pelantikan pengurus IKA Unisma, yang beberapa di antaranya merupakan dosen dan akademisi civitas Universitas Islam Malang.

Ketua IKA Unisma Nuruddin menyatakan, ada lima poin tuntutan yang disampaikan oleh pihaknya kepada Presiden Joko Widodo, merespons perkembangan dinamika perpolitikan saat ini. Pihaknya menilai ada upaya mengarahkan pemenangan salah satu pasangan calon (paslon) tertentu di Pilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Segala sumber daya dan infrastruktur kekuasaan, yang seharusnya diarahkan untuk menyejahterakan rakyat nyatanya digunakan untuk membangun dinasti dan mematikan demokrasi. Rakyat hanya dijadikan sebagai sarana untuk melegitimasi kekuasaan, dan dibodohi dengan narasi-narasi yang tidak mendewasakan dalam berdemokrasi,” ujar Nuruddin, saat membacakan pernyataan bersama IKA Unisma, pada Sabtu (3/2/2024) siang.

Dari sanalah, pihaknya mewakili Ika Unisma menyampaikan lima tuntutan sikap Presiden Joko Widodo dan masyarakat Indonesia, yang pertama mengajak seluruh elemen rakyat Indonesia untuk bersatu memastikan agar demokrasi di Indonesia tidak dibajak oleh kepentingan oligarki dan dinasti.

“Kemudian mengajak seluruh elemen rakyat Indonesia untuk memastikan Pemilu 2024 berjalan dengan jujur, adil dan rahasia serta bebas dari praktek dan perilaku koruptif,” ujarnya.

Ika Unisma juga mendesak dan meminta Presiden Jokowi sebagai penyelenggara tata kelola pemerintah bersikap netral, atau tidak memihak salah satu pasangan calon dalam perhelatan Pemilihan Umum 2024. Sebab dari tindakan, maupun perkataan Presiden Joko Widodo menyiratkan ada keberpihakan ke salah satu paslon peserta Pilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Mendesak dan meminta Presiden sebagai Kepala Negara kembali fokus kepada tugas utamanya, yakni mewujudkan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mendesak agar lembaga-lembaga negara bersikap dan bertindak hanya untuk kepentingan rakyat Indonesia,” ujarnya.



Baca Juga  Tidak Bayar Pinjol Apakah di-Blacklist? Ini Jawabannya : Okezone Economy


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Sebagai informasi, pernyataan kritikan IKA Unisma ini menambah panjang deretan kampus-kampus dan civitas akademi, yang memberikan kritikan keras ke Jokowi. Sebelumnya para guru besar dan dosen di Universitas Gajah Mada (UGM), akademisi Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Hasanuddin (Unhas) sudah melontarkan kritikan.

Kritikan itu intinya meminta Jokowi tidak ikut campur dan mengerahkan segala upaya untuk memenangkan Gibran Rakabuming Raka, yang notabene merupakan anak kandungnya. Selain itu, para akademisi juga mengkritik munculnya nama Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wakil presiden (Cawapres) pendamping Prabowo Subianto, melanggar konstitusi.

Pada prosesnya Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) telah menyatakan ada pelanggaran etika berat pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023, yang saat itu diketuai oleh Anwar Usman, yang masih paman dari Gibran Rakabuming Raka.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *